Tuesday, October 4, 2016

Donnarumma: Putra Tukang Kayu yang Anti Tattoo dan Anting


AGEN TARUHAN BOLA - Jangan harap melihat Gianluigi Donnarumma mengenakan anting atau men-tattoo badannya seperti layaknya pesepakbola modern saat ini. Ia tak akan pernah mau melakukannya.

Tattoo, atau seni merajah tubuh, bukanlah hal yang tabu di kalangan pesepakbola. Bahkan bintang seperti Lionel Messi pun ikut dalam arus "tren" tersebut. Tattoo kini tak ubahnya sepatu warna-warni atau rambut side-parting dan pompadour yang membuat seorang pesepakbola terlihat lebih stylish.

Tapi, jangan harap Donnarumma akan merajah tubuhnya. Sebagai pesepakbola yang tergolong masih amat muda --baru berusia 17 tahun--, Donnarumma memperhatikan betul wejangan-wejangan yang diberikan orang tuanya. Salah satunya adalah untuk tetap membumi.

"Ayah saya selalu bilang: Tidak boleh ada tattoo dan anting. Jadi, saya tidak akan pernah memilikinya," ujar Donnarumma seperti dilansir Football Italia.

Donnarumma mengaku, kedua orang tuanya memiliki pengaruh besar untuknya. Terutama sang ayah, yang selalu mengajarkannya untuk berusaha dengan kemampuan sendiri.

"Saya akan selalu bekerja keras dan tetap rendah hati, sebab itulah hal terpenting yang diajarkan orang tua saya. Ibu saya selalu mengingatkan untuk tetap rendah hati dan menjaga perilaku," ucapnya.

"Ayah saya bekerja sebagai tukang kayu, tapi dia tidak pernah meminta saya untuk membantunya, sebab saya juga tak sepiawai dirinya dalam hal itu."

Donnarumma mulai mencuat ke permukaan ketika eks pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic, memberinya kesempatan bermain tahun lalu. Kala itu, usianya baru 16 tahun.

Dengan sosok menjulang, hingga 196 cm, dan kemampuan refleks mumpuni, Donnarumma digadang-gadang menjadi bintang Italia di masa mendatang. Tidak sedikit pula yang menyandingkannya dengan Gianluigi Buffon, yang juga mencuat sebelum berusia 20 tahun.

Sejauh ini, Donnarumma sudah tampil dalam 38 pertandingan bersama Milan, dengan 37 di antaranya ia lakoni di Serie A. Makin menanjak kariernya, makin besar juga angin yang menerpa. Belum apa-apa, ia sudah dikabarkan diincar banyak klub dengan nilai transfer besar.

Tapi, mengingat wejangan orang tuanya, Donnarumma memilih untuk tidak mengindahkan rumor. "Rumor transfer tidak akan membuat kepala saya berpaling," ucapnya.

"Saya hanya ingin menikmati permainan, sebab itulah dasar dari ini semua. Fokus saya untuk Milan sekarang dan saya akan berusaha bermain sebaik mungkin buat tim saya," kata Donnarumma.




Depay: MU sekarang lebih baik daripada era Louis van Gaal



AGEN TARUHAN BOLA - Memphis Depay mengatakan Manchester United semakin baik sejak ditangani Jose Mourinho, yang menggantikan Louis van Gaal sejak awal musim. 

Depay sendiri gagal bersinar pada musim pertamanya di Old Trafford pada era Van Gaal setelah dibeli dengan harga 26 juta pounds dari PSV Eindhoven pada musim panas tahun lalu.

Di bawah asuhan Mourinho, Depay juga belum sekalipun menjadi pemain starter di Premier League musim ini. Tapi ia mengakui Mourinho telah membuat dirinya merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas MU.

"Sesi latihan berjalan dengan baik, saya tajam dan dalam kondisi bugar, tapi itu juga berlaku pada pemain lain. Level [MU} semakin tinggi. Jose Mourinho adalah pelatih papan atas," kata Depay seperti dikutip Daily Star.

"Rasanya berbeda. Mourinho menunjukkan kepercayaannya pada saya, secara personal dan juga pada media.

"Saya tak ingin membicarakan masa lalu. Itu sudah terjadi. Saya harus bisa bermain lebih baik," sambungnya. 


Italia berharap kalahkan Spanyol seperti di Euro 2016



AGEN TARUHAN BOLA  - Leonardo Bonucci berharap Italia bisa kembali mengalahkan Spanyol seperti yang terjadi dalam perjumpaan di Euro 2016 kemarin. Kedua tim ini akan bertanding pekan ini dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Ketika bentrok di Prancis, Italia mampu menang atas Spanyol dengan skor 2-0 dan menyingkirkan pasukan Vicente del Bosque di babak 16 besar.

Setelah kejuaraan Eropa, Italia dan Spanyol sama-sama sudah ganti pelatih. Namun Bonucci berharap kemenangan Italia atas Spanyol sebelumnya bisa menjadi motivasi untuk menjalani pertandingan nanti.

"Ketika saya teringat Paris, saya jadi semangat. Kenangan ini sungguh membangkitkan saya karena kami bisa mengalahkan tim terkuat di dunia, meskipun pada saat itu mereka tidak dalam kondisi fisik yang terbaik," ucap Bonucci jelang pertandingan seperti dilansir Soccerway.

"Saya berharap bisa membawa semangat ini dan semua rekan saya di timnas merasakan hal yang sama. Jika demikian, maka kami akan memasuki lapangan dengan penuh kesadaran, kerendahan diri yang tepat dan niat yang bagus," lanjut bek Juventus tersebut.